Mempertahankan Agenda CC, Mungkinkah?

October 26, 2007 at 5:16 am 4 comments

Community College(CC), ya sebuah college yang melayani kebutuhan masyarakat sesuai dengan nama yang dikandungnya. Di Indonesia, sudah sekitar 6 tahun model CC ini diterapkan dan untuk di Jawa Timur kurang lebih terdapat 18 CC di 18 Kabupaten dan kota. Akan tetapi pengakuan dan penerimaan kredit hasil dari lulusan CC belum banyak diakui oleh pihak universitas ataupun politeknik. Model CC ini sebenarnya mengambil dari CC yang sukses di USA. Apakah CC pantas untuk dipertahankan dengan semua konsepnya yang ada? Apakah ia akan tenggelam seiring lahirnya sejumlah politeknik di beberapa kabupaten dan kota? Mari kita lihat sekilas CC yang ada di USA hingga mereka bisa menjadi katalisator ekonomi di US. Hingga, andapun bisa memutuskan sendiri apakah CC layak untuk dipertahankan dan didukung.

Tulisan ini akan saya buat secara bersambung, mengingat besarnya sistem yang dibahas. Tantangan yang berat dihadapi USA pada awal abad 20, termasuk kompetisi ekonomi global. Para pemimpin lokal dan nasional menyadari akan butuhnya tenaga kerja mahir yang lebih banyak sebagai sebuah kunci untuk terus bertahan di bidang ekonomi. Sebuah kebutuhan yang mengharuskan penambahan secara dramatis pada bangku perkuliahan. Padahal disisi lain, ¾ lulusan SMA memilih untuk tidak melanjutkan pendidikan mereka, sebagian dikarenakan keengganan mereka untuk meninggalkan rumah mereka demi kuliah di tempat yang jauh. Coba sejenak pikirkan di sekitar tempat tinggal anda, berapa banyak lulusan SMA yang melanjutkan kuliah. Di Ponorogo saja hanya sekitar 20% yang melanjutkan kuliah. Yang lain kemana? Padahal mereka bukanlah tenaga kerja yang terampil.

Kita kembali ke US….

Disaat yang bersamaan, SMA-SMA yang tumbuh secara pesat sedang mencari cara untuk melayani kebutuhan masyarakat disekitarnya. Community College yang berbasis SMA pertamakali dikembangkan di Central High School Joliet III. Dimana di CC model itu si siswa diberikan pendidikan-pendidikan keahlian. Sementara itu di Vincennes University yang ada di Indiana, mereka memiliki model perkuliahan dengan kelas kecil, hubungan yang dekat antara mahasiswa dan segenap elemen fakultas dan juga sebuah program yang mengkombinasikan akademis dan aktifitas ekstrakurikuler.

Suasana kelas yang kekeluargaan, hingga kamipun dikasih Cinnamon Roll saat dikelas oleh dosen kami

Sampai disini belum nampak adanya perbedaankan? Tapi coba lihat dengan jeli tentang melayani kebutuhan masyarakat dan akses yang dekat plus kelas dalam skala kecil. Itu baru sedikir point yang membuat CC sukses di US selain murahnya ongkos jika dibandingkan dengan kuliah di perguruan tinggi. Mari kita lanjutkan…

Dalam perkembangannya, CC tumbuh dengan pesat yang terdiri dari sekitar 1600 CC di seluruh US selama 100 tahun ini. Untuk menyelesaikan pendidikan di CC, dibutuhkan waktu 2 tahun yang selanjutnya jika mahasiswa ingin mendapatkan gelar sarjana, bisa nambah 2 tahun lagi dengan pengakuan kredit yang ia peroleh selama di CC. Toh kalaupun si mahasiswa tidak ingin melanjutkan kuliah lagi, gelar Assosiate Degree yang ia peroleh bisa melapangkan jalannya untuk mendapatkan gaji yang lebih layak.

Konsep yang cantik dari CC adalah totalitas mereka dalam melayani kebutuhan masyarakat. Hingga akhirnya program-program yang ada di CC, sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang ada di daerah tersebut. Misalnya, suatu daerah merupakan daerah yang menghasilkan pertambangan, maka program atau jurusan CC didaerah tersebut berkaitan dengan pertambangan.

Contoh yang nyata adalah di Crowder College dimana saat ini saya sedang short course. Crowder berada di kota kecil Neosho di negara bagian Missouri. Tidak ada angkutan umum di kota ini karena kecilnya kota tersebut. Kota tersebut berdekatan dengan kota Springfield yang jauh lebih besar, hingga kebutuhan-kebutuhan banyak di distribusi lewat darat melalui truk-truk besar. Seperti yang biasa kita lihat di film-film Hollywood.

Menyadari akan kebutuhan sopir yang banyak ini, Crowderpun membuka jurusan sopir yang hanya membutuhkan waktu 4 minggu untuk menjadi mahir. Disini Crowder menyediakan beberapa truk besar dan juga lahan untuk berlatih mengemudi. Bahkan sebuah kolam juga disediakan. Kolam ini digunakan untuk simulasi jika sopir menghadapi jalan yang licin. Jadi, air dari dalam kolam tersebut akan disedot dan diguyurkan diarena yang dijadikan latihan untuk mengemudi truk. Latihan model ini sangat bermanfaat untuk menekan angka kecelakaan dari licinnya jalan. Pihak yang membutuhkanpun seperti UPS, CFI atau perusahaan lainnya akan langsung mendatangi mereka, hingga mahasiswa sendiri yang bisa memilih ia ingin kerja dimana. Semacam short course begitulah.

Program yang masih muda yakni baru berumur dua tahun adalah Child Development. Disini kebanyakan diisi oleh siswa-siswa setingkat SMP dan SMA. Kok bisa mereka? Baca dulu saja. Kebanyakan cewek tentunya. Disini mereka diberikan ilmu tentang cara mengurus dan merawat anak. Pihak Crowder beralasan bahwa sebagian besar ibu bekerja, sehingga mereka membutuhkan seseorang yang merawat anaknya dan tidak hanya membiarkan anak mereka duduk dan makan didepan televisi. Saat ditanya, salah satu dari mereka malah sudah punya rencana buka usaha sendiri. Ini anak setingkat SMP lho…

Program training untuk pegawaipun juga ditawarkan disini, hingga perusahaan tidak perlu jauh-jauh mengirim pegawainya untuk dilatih diluar kota. Kerjasama yang baik memang terjalin dengan pihak bisnis dan CC. Hem… Kalo kita lihat kabupaten kita banyak TKI-nya, kenapa tidak dibuka jurusan untuk melatih TKI saja, daripada mereka harus “mondok” di tempat penampungan. Idenya pak Basuki nih, dari kelompok kami.

Kita lanjut…..

Kalaupun ada kebutuhan lain masyarakat yang belum terakomodasi, maka pihak kampus akan segera membuka program baru dengan terlebih dahulu melihat peluang dari bidang tersebut yakni dengan melakukan riset. Inilah yang membuat program di CC kebanyakan sukses. Karena jika dilakukan survey dan ternyata terbukti bahwa program tersebut tidak dibutuhkan di masyarakat sekitar, maka tidak akan di buka program tersebut.

Ini pernah kami tanyakan pada Dr.Tyndall, di Crowder tentang mengapa mereka tidak membuka kelas programming game, ia pun menjawab bahwa walaupun sebenarnya jurusan itu keren, tapi jika peluang disini kecil, maka akan percuma saja membuka program tersebut.

Untuk program degree, dibutuhkan waktu selama 2 tahun. Gelar yang didapat adalah associate degree. Tujuan awal dalam hal ini adalah mempersiapkan mahasiswa dalam memasuki dunia perguruan tinggi. Konsep kelas yang dalam jumlah kecil dan suasana kekeluargaan menjadikan mahasiswa benar-benar mampu memacu diri mereka untuk mempersiapkan tentang apa yang akan mereka pelajari di perguruan tinggi nanti. Ini terbukti sekarang bahwa 50% mahasiswa yang ada di universitas-universitas di USA, mengawali kuliah mereka di CC terlebih dahulu. Data ini saya peroleh dari American Association of Community College(AACC).

Konsep open enrollment juga merupakan ciri khas dari CC. Percayakah anda bahwa rata-rata umur mahasiswa CC adalah 29 tahun jika dilihat dari sisi demography. Ini juga data dari AACC. Jadi jika anda merupakan ibu-ibu yang dulu belum berkesempatan melanjutkan kuliah, maka CC akan dengan pintu terbuka menerima anda jika anda ingin melanjutkan. Education for all, itulah intinya. Mahasiswa internasionalpun banyak mengawali kuliah mereka melalui CC, karena lebih murah dan kualitas pendidikan yang sama.

Jadi mahasiswa CC tetap mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih gelar MBA atau Doktor ataupun gelar tinggi lainnya layaknya mahasiswa program 4 tahun di universitas. Konsep pendidikan seperti ini dinamakan seamless learning.

Pengakuan kredit membutuhkan waktu yang cukup lama jika melihat kebelakang. Diskusi yang intensif dengan pihak universitas tentang apa yang mahasiswa butuhkan hingga bisa diakomodasi di CC untuk mempersiapkan mereka nantinya jika masuk universitas. Ini sebenarnya sangat menguntungkan pihak universitas, karena mereka akan menerima mahasiswa-mahasiswa yang benar-benar siap dalam bidangnya.

Siswa SMA-pun ternyata juga diberi kemudahan, yakni mereka bisa “menyicil” kredit kuliah mereka di CC. Jadi jika pagi mereka sekolah, maka sorenya mereka bisa ke CC dan kuliah. Kredit yang mereka ambil akan dihitung nantinya jika mereka kuliah. Hingga akhirnya mereka tidak perlu mengambil kredit yang sama saat mereka melanjutkan nanti.

Anak SMA yang di CC lagi praktek bikin rumah beneran.

Saat kami keliling Crowder, kami melihat sejumlah siswa setingkat SMA, yang sedang membangun sebuah rumah. Kemudian lanjut lagi kebagian yang lain dan ternyata ada siswa setingkat SMA yang lain yang sedang melakukan praktek pengelasan, pengecatan mobil dan juga perbaikan mobil. Dibangunan lain, tampak siswa setingkat SMA lainnya yang kebanyakan cewek sedang melakukan praktek nursing, yakni bagaimana merawat orang yang sudah lansia, orang yang sakit ataupun dissability people. Peralatan yang mereka gunakanpun sangat lengkap sesuai dengan kasus yang akan mereka hadapi nantinya didunia kerja.

CC di US kok bisa murah? Akan saya lanjutkan pada tulisan berikutnya…. Tolong yang ini dibantai dulu…..

Advertisements

Entry filed under: Community College. Tags: , , , , .

Biaya Murah…. Kakipun Ringan Melangkah..

4 Comments Add your own

  • 1. Basuki  |  October 28, 2007 at 8:22 pm

    http://bassuki.wordpress.com

    Ni Blogger pnyaq men…………

    Reply
  • 2. ekocahyo  |  October 29, 2007 at 2:20 am

    Bu….lan….. di manakah kau ber..ada….

    Reply
  • 3. Awak UFO  |  January 4, 2010 at 1:27 am

    klo lulus dari CC bisa lanjut kuliah ke jenjang yang lebih tinggi ga???

    Reply
    • 4. kangtanto  |  February 1, 2010 at 6:41 am

      Bisa…. bisa melanjutka ke jenjang yang lebih tinggi
      Malahan untuk program mekatronika, kami da kerjaasama dengan POLMAN bandung, jadi 1 tahun di CC dan 2 tahun di Polman, dapet deh D3-nya

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Tulisan Teratas

October 2007
M T W T F S S
    Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

RSS oleh – oleh khas Ponorogo

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

RSS Solusi Kebutuhan Web Anda

  • Memahami Fungsi div Dalam HTML
    Beberapa waktu lalu, kangtanto coba menelusuri beberapa tulisan yang banyak dibaca oleh para pengunjung website ini. Beberapa tulisan yang terkait desain web yang sering dibaca misalnya tentang pengenalan id dan class pada css, kemudian tentag cara menerapkan css pada dokumen HTML. Apabila dicek kembali, maka pencarian yang mengarah ke tulisan tersebut merup […]
  • Download Data Kita Dari Facebook
    Saya sempat membaca beberapa artikel yang menginformasikan bahwa ada kecurigaan Facebook juga ikut menyimpan data panggilan telepon dan SMS dari HP kita selain data-data yang secara sadar kita simpan di Facebook. Data yang secara sadar kita simpan di Facebook maksud saya adalah data berupa upload foto, posting teks, komentar atau like yang kita lakukan. Nah […]

%d bloggers like this: