Biaya Murah…. Kakipun Ringan Melangkah..

October 29, 2007

Seeing is believing. Itulah barangkali salah satu pesan yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman semua. Saya dengan Pak Gatot entah sudah berapa kali meyampaikan pentingnya CC untuk Indonesia, sebagai perwujudan konstitusi untuk ikut mencerdaskan bangsa. Anak-anak bangsa Indonesia dengan potensi yang sangat besar masih belum dapat meujudkan cita-citanya karena sistem pendidikan kita belum memberi akses dan affordability mengenyam pendidikan yang lebih tinggi karena dihalangi oleh berbagai tes masuk dan biaya tinggi. Konsep CC memungkinkan akses dan affordabillity bagi siapa saja yang berminat melanjutkan pendidikannya, “higher education for all.” Entah kapan kita dapat mewujudkan hal itu.”

Itulah salah satu cuplikan email yang saya terima dari pak Haris Iskandar, Atase Kebudayaan dan Pendidikan Indonesia yang merupakan bagian dari Kedutaan Besar Republik Indonesia yang bermarkas di Washington DC. Yang saya ingin tekankan disini adalah mengenai biaya di Community College Amerika.

Sekedar informasi, kami ada delapan mahasiswa alumni CC di Indonesia yang saat ini berada di Crowder College Neosho Missouri Amerika Serikat. Keberadaan kami di Amerika adalah untuk mempelajari tentang CC di USA, dengan harapan sekembalinya kami ke Indonesia nanti, dapat berkontribusi dalam pengembangan CC di daerah dengan bekal yang kami dapatkan disini.

Sebelumnya, mari kita lihat sumber dana dari CC US di bawah ini:

  • State funds : 44%

  • Tuition and Fees : 20%

  • Local Funds : 20%

  • Federal Funds : 5%

  • Other : 11%

sumber: Dr.Allen Cissel(executive director east-west CC partnership CICCEL)

Bisa kita lihat betapa besarnya dana yang dikucurkan oleh state. Bisa diartikan bahwa semakin besar penghasilan pajak dari sebuah state, maka dana yang akan diterima CC semakin besar. Begitu juga dengan local funds.

Tak mengherankan jika CC di daerah tertentu berbeda dengan daerah yang lain. Contoh nyata adalah CC Springfield lebih cepat perkembangannya dari pada CC di Neosho. Hal ini dikarenakan Springfield merupakan kota yang jauh lebih besar daripada Neosho. Springfield memang memiliki banyak private bussiness sehingga pajak yang dihasilkanpun jauh lebih besar di bandingkan Neosho yang merupakan kota yang lebih kecil.

Dukungan dari pemerintah lokal sekaligus pengusaha baik kecil maupun menengah didaerah tersebut benar-benar mempercepat pertumbuhan CC. Adanya berbagai macam beasiswa dan berbagai keringanan untuk mahasiswa diberikan. Misalnya mahasiswa mengalami kesulitan dalam hal finansial, maka ia bisa berkonsultasi dengan pihak financial aid di kampus. Selanjutnya, ia bisa memilih kerja sambil kuliah didalam kampus. Ada banyak profesi yang bisa di ambil. Untuk di Crowder sendiri ada yang menjadi custodial(bertugas merawat gedung, seperti menyapu atau membersihkan tempat-tempat didalam kampus) atau bisa juga kerja di kafetaria. Bahkan tak sedikit juga yang membantu dalam hal administrasi kampus.

Saat berkunjung di Tulsa, ada juga mahasiswa yang berprofesi sebagai rekruiter membantu rekruiter tetap dari kampus. Untuk mahasiswa yang kerja didalam kampus seperti ini maka pemerintah akan menanggung biaya kuliahnya sebesar 75% dan pihak kampus menanggung yang 25%.

Yang lebih mencengangkan lagi adalah saat kami berkunjung ke Ozark Technical College. CC yang baru berumur 17 tahun ini merupakan CC yang pertumbuhannya paling cepat di seantero Missouri. Tahun ini saja mereka meningkat 6%. Memang kerjasama yang baik terjalin dengan pemerintah, private business dan juga community itu sendiri. Maka tak mengherankan jika fasilitas yang mereka miliki sangatlah lengkap. Jika dibandingkan dengan di Indonesia, maka sekelas universitas.

Presiden dari OTC ini pun juga memberikan saran pada kami jika CC ingin sukses, maka rumus utama adalah mengetahui kebutuhan masyarakat dan memenuhinya. Ya, kembali lagi pada pemenuhan kebutuhan masyarakat (community need assesment).

Selain dari pemerintah, sumber dana berasal antara lain dari private organization atau private company, misalnya untuk Crowder mereka mendapat masukan dari Walmart yang merupakan salah satu usaha waralaba terbesar di US. Selain itu, sumber dana juga berasal dari orang yang menyumbangkan dana ke Crowder. Sebagian dari mereka biasanya ingin menguatkan brand mereka dengan menyumbangkan uang mereka. Misalnya jika Crowder ingin membangun sebuah gedung, maka nama gedung tersebut akan dinamakan sesuai dengan nama penyumbang terbesar.

Dukungan community yang nyata juga tampak saat kami berkunjung ke Tulsa. Di Tulsa, ada beberapa tribe(suku Indian) yang secara berkelanjutan memberikan sumbangan ke kampus. Tribe-tribe ini sangat kaya, dikarenakan mereka mendapatkan kebijakan khusus dari pemerintah US. Misalnya semua usaha yang dihasilkan dari tribe, tidak akan dikenakan pajak. Contohnya adalah usaha yang paling terkenal mereka yakni kasino. Kebijakan khusus ini memang di berikan sebagai “ganti rugi” atau menebus hutang bagi suku Indian yang dulunya disisihkan oleh para pendatang dari Inggris. Sehingga uang yang mereka hasilkan cukup besar dan sebagiannya disumbangkan untuk dunia pendidikan.

Memang kolaborasi yang indah ini tidak ditempuh dalam waktu singkat. CC harus terlebih dahulu membuktikan bahwa ia memang bisa membantu dalam peningkatan kualitas SDM yang selanjutnya mampu menghasilkan tenaga kerja yang lebih terampil dan akhirnya mampu menjadi katalisator ekonomi daerah tersebut.

Akan tetapi jika di US membutuhkan waktu selama itu, apakah di Indonesia juga harus membutuhkan waktu yang lama? Saya rasa tidak, jika semua pihak melihat dari fakta CC yang di US, maka tidak perlu pembuktian lagi. Kerjasama dari berbagai pihak mutlak segera dilakukan, terutama masyarakat dan juga pemerintah lokal dengan tetap memegang agenda utama CC yakni pemenuhan kebutuhan masyarakat lokal. Kontribusi dari para pelaku bisnis, stake holders, masyarakat dan pihak penyelenggara pendidikan itu sendiri mutlak diperlukan. Dan akhirnya sebuah orkestra CC akan dimainkan dengan setiap unit memainkan peralatan orkestra masing-masing untuk menyanyikan symponi yang telah ditetapkan yakni community need assessment.

Keadaan CC yang sekarang masih “menempel” dengan SMK bukanlah sebuah permasalahan. Justru ini merupakan sebuah modal awal yang sangat bagus. Apalagi SMK dikenal sebagai pusat dari kejuruan di daerah masing-masing. Sehingga masyarakat sudah tidak ragu lagi akan jaminan kualitas pendidikan yang dihasilkan. Dan jika CC sudah bisa benar-benar mapan, maka sangat mungkin “memisahkan diri” dengan SMK agar ia lebih fokus baik dalam kebijakan maupun dalam tataran managerial.

Yang perlu dilakukan sekarang adalah bagaimana memberikan layanan sepenuhnya pada masyarakat, sehingga mereka nanti akhirnya bisa menyadari akan manfaat keberadaan CC dan pada akhirnya mendukung pengembangan CC dengan adanya rasa memiliki. Adanya dukungan dari masyarakat yang total, tidak mustahil akan membuat pemerintah memberikan dukungannya yang lebih, begitu juga para pelaku bisnis yang melihat adanya SDM unggul yang bisa dihasilkan.

Akan membutuhkan waktu yang lama jika menunggu “sehatnya” aktor pemerintahan kita yang sebagian besar memang “sakit”. Maka dari keaktifan dari CC itu sendiri dalam hal pelayanan pada masyarakat mutlak segera dilakukan. Bentuknya bisa berupa adanya even khusus misal di alun-alun dimana disitu masyarakat diberikan pelayanan gratis, misal perbaikan komputer, pelatihan, ataupun juga perbaikan kendaraaan bermotor dengan para aktornya adalah mahasiswa CC itu sendiri.

Community need assessment perlu dikumandangkan terus menerus dengan tetap mengusahakan dukungan yang total dari pemerintah lokal dan para pelaku bisnis. Dan akhirnya orkestra CC bisa menyanyikan simponi tanpa nada sumbang, InsyaAllah.(tnt)

Entry Filed under: Community College. Tags: , , , .

2 Comments Add your own

  • 1. gatoth hp  |  October 29, 2007 at 8:37 pm

    do your best…ada berapa orang dari kota mu yg ke usa..?
    pikirkan adik2mu ke usa…agar bisa beruntung spt kalian…

  • 2. agus  |  November 7, 2007 at 9:36 pm

    hehehe, numpang lewat atuhh

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Categories

Tulisan Teratas

Recent Comments

aku on Tentang CC Ponorogo
muhsin on Tentang CC Ponorogo
muhsin on Tentang CC Ponorogo
iebey_ceria on Tentang CC Ponorogo
ponorogozone on Tentang CC Ponorogo

Blogroll

 

October 2007
M T W T F S S
    Nov »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031